JEPARA – Beragam upaya telah dilakukan Pemkab Jepara untuk mengoptimalisasi peningkatan mutu dan kinerja layanan kesehatan masyarakat di seluruh puskesmas. Salah satunya melalui mekanisme penilaian atau survei akreditasi, dari Komisi Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jepara Mudrikatun mengatakan, penilaian yang dilakukan oleh pihak eksternal dengan menggunakan standar yang ditetapkan, bertujuan untuk menjamin bahwa perbaikan mutu, peningkatan kinerja dan penerapan menejemen resiko dilaksanakan secara berkesinambungan di setiap puskesmas.

Menurutnya saat dibincangi disela-sela acara penerimaan kunjungan tim surveyor, di Peringgitan Pendapa RA Kartini, Senin (30/7). Mudrikatun menuturkan jika sebelumnya 20 puskesmas telah terakreditasi, kini Puskesmas Karimunjawa yang akan dinilai selama tiga hingga empat hari mendatang. Ketika ditanya persiapan penilaian, Kepala Dinkes ini menjawab telah mempersiapkan dan menata sumber daya yang ada di Puskesmas Karimunjawa, Kecamatan Karimunjawa. “Seperti contoh persiapan fisik puskesmas, administrasi dokumen-dokumen, Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan, dan petugasnya,” kata Mudrikatun.

Sebelumnya, Sekda Sholih menjelaskan, Puskesmas Karimunjawa memiliki peran yang sangat penting dalam hal pelayanan kesehatan. Pasalnya, Selain belum ada layanan kesehatan swasata, wilayah Kecamatan Karimunjawa letaknya terpisahkan oleh lautan dari 15 kecamatan di Jepara. “Sehingga disamping pelayanan sehari-hari juga kadang darurat pun harus ditangani. Karena tentunya kalau dibawa menyebrang terlalu jauh, kecuali penyakit-penyakit tertentu,” ujar Sholih.

Bahkan, Puskesmas Karimunjawa dikatakanya puskesmas istimewa, bisa dikatakan merupakan puskesmas internasional. Hal ini didasari oleh banyaknya pasien turis manca, disamping masayarakat dan wisatawan lokal. “Kalau menurut kedokteran, itu puskesmas internasional, karena pasiennya juga banyak orang asing turis-turis,” kata Sekda.

Sementara itu, ketua tim surveyor Sukowidodo berharap, dengan banyaknya turis yang menjadi pasien disana, maka kualitas dan pelayanan dapat selalu ditingkatakan terus-menerus. “Ini puskesmas yang paling bungsu, tentunya sudah banyak belajar dari puskesmas-puskesmas yang terakreditasi sebelumnya,” ujarnya.

Diakreditasi Ulang
Tidak berhenti hanya disitu. Meski nantinya seluruh puskesmas telah mengantongi sertifikat akreditasi. Terdapat regulasi yang mengharuskan penilaian akreditasi dilakukan kembali (re akreditasi). Seperti diketahui, bahwa sertifikat akreditasi memiliki masa berlaku hingga 3 tahun sekali. Setelah penilaian akreditasi puskesmas yang pertama, diharapkan puskesmas dapat mempersiapkan yang lebih baik lagi daripada persiapan pada saat akreditasi sebelumnya.

Di Kabupaten Jepara sendiri, terdapat lima puskesmas yang terakreditasi di tahun 2015, yaitu Puskesmas Keling 1, Puskesmas Bangsri 1, Puskesmas Mlonggo, Puskesmas Welahan 1, dan Puskesmas Tahunan. Oleh karena itu, menurut informasi yang didapatkan, pada November hingga Desember tahun ini kelima puskesmas tersebut akan melaksanakan re akreditasi. (DiskominfoJepara/AchPr)